CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

December 11, 2009

Siapakah Al Mujahid Itu???

"Aku mampu membayangkan almujahid itu sebagai seorang lelaki yg senantiasa menyiapkan diri dan bekal, berupaya menguasai pikiran yang memenuhi sudut jiwa dan segenap jurusan hatinya. Dia senantiasa berfikir dan mencurahkan seluruh perhatiannya pada persiapan yang terus menerus. Apabila diseru dia menyahut. Apabila dipanggil dia menjawab. Pulang dan perginya, perkataan dan bicaranya, kesungguhan dan gurauannya tidak melampaui batas. Dan tidak mengambil peran yang tidak diberìkan padanya. Dia berjihad dijalan-Nya. Kamu bisa membaca dari air mukanya, melihat pada kilauan matanya dan mendengar pada gerak lidahnya, dan segala yang bergelora dalam hatinya berupa hawa yang melekat, kesakitan yang terpendam, keazaman yang benar, kesungguhan, cita-cita yg tinggi dan pandangan yang jauh senantiasa memenuhi jiwanya"
-Asy Syahid Imam Hasan Al Banna-

Jadikan kami sebagai bagian dari Barisan Mujahid yang senantiasa berusaha menegakkan Diin ini ya Rabb. Aamiin.

baca selengkapnya...

December 9, 2009

Inilah Cinta..!!!

Seorang anak laki enam tahunan tampak berlari menjauh dari rumahnya. Beberapa saat sebelumnya, suara kaca pecah sempat menghentikan kesibukan orang-orang di sekitar rumah. Ada penjual jamu, tukang sayur yang lewat, beberapa orang yang berlalu lalang. Mereka menoleh sebentar, dan berujar pelan, "Ah, anak itu lagi!"

Perilaku nakal anak itu ternyata bukan pemandangan baru buat orang-orang yang kerap berada di sekitar rumah. Hampir tiap hari, bahkan bisa tiga kali sehari, anak itu melakukan kegaduhan. Dan kegaduhan itu selalu terjadi di sekitar rumahnya. Mulai suara gelas yang pecah, dobrakan pintu, dan yang baru saja terjadi, pecahnya kaca jendela.

Seperti biasanya, seorang ibu keluar sesaat setelah anak nakal itu berlari menjauh dari rumah. Sambil memanggil-manggil sang anak, ibu itu tidak memperlihatkan rona marah yang membara. Tidak juga berteriak-teriak mengancam, umumnya seorang yang memendam kesal. Ia hanya memanggil-manggil nama anaknya dan dua kata setelahnya, "Sini sayang!"

Kali ini, sang anak tidak seperti biasanya yang terus berlari menjauh. Ia berhenti. Ia menoleh ke arah suara yang memanggil-manggil namanya. "Ibu," desisnya pelan. Wajah kesalnya tiba-tiba pudar berganti penyesalan. Dan ia pun membiarkan dirinya dihampiri seseorang yang ia sebut ibu.

"Nak!" suara sang ibu sambil tangan kanannya meraih rambut sang anak. Tangan itu pun membelai lembut rambut sang anak.

"Bu, ibu nggak marah?" suara sang anak sambil wajahnya mendongak menatap wajah sang ibu. "Anakku, kenapa ibu harus marah?" jawab sang ibu singkat.

Sang anak pun tiba-tiba mendekap ibunya yang agak membungkuk mensejajarkan diri dengan anaknya. "Bu," suara sang anak tiba-tiba. Sambil terus membelai rambut sang anak, wajah sang ibu makin memperlihatkan senyumnya yang sejuk di mata anaknya. "Ada apa, sayang?" ucap sang ibu lembut.

"Kenapa ibu bisa seperti ini? Padahal aku sudah begitu nakal?" tanya si anak yang mulai mengendurkan dekapannya.

"Anakku," ujar si ibu. "Inilah cinta!" lanjut suara sang ibu sembari tetap menampakkan senyum lembut kepada anaknya.

***

Begitu banyak tingkah nakal anak-anak manusia di bumi ini. Begitu banyak kerusakan yang mereka tampakkan sehingga kehidupan menjadi gaduh. Orang-orang yang kebetulan berada di sekitar kegaduhan pun ikut merasakan gangguan-gangguan itu.

Tapi, bersamaan dengan tingkah nakal itu, selalu muncul suara-suara lembut yang memanggil-manggil anak manusia untuk kembali. Seolah, suara panggilan itu mengatakan, "Kembali, sayang!"

Padahal, anak-anak manusia yang nakal itu sedikit pun tidak sebanding dengan kegagahan gunung yang menjulang, kedahsyatan halilintar yang siap menyambar, kekokohan susunan bebatuan bumi yang begitu mudah menghimpit makhluk yang hidup di atasnya. Belum lagi dengan kedahsyatan terjangan ombak samudra yang bisa berubah drastis menjadi begitu menyeramkan.

Tapi kenapa, justru suara lembut yang selalu memanggil-manggil dari balik menjauhnya anak-anak manusia yang nakal.

Cinta. Itulah mungkin sebuah jawaban yang pas. Seperti yang diucapkan sang ibu kepada anaknya, "Cinta anakku!" Atau dalam bahasa yang lain, seperti yang diucapkan oleh Yang Maha Sayang, "Warahmati wasi'at kulla sya'i, cinta-Ku meliputi segala sesuatu!" (muhammadnuh@eramuslim.com)

baca selengkapnya...

August 11, 2009

Shaf Terdepan


Adzan maghrib berkumandang dengan merdunya memanggil hamba-hambanya yang ta’at mengagungkan-Nya. Aku masih sibuk mandi, setelah beberapa saat sebelumnya bersantai-santai melepas lelah sepulang kerja. Terlambat, ya, aku berfikir bakal terlambat datang ke masjid, karena tepat ketika saya membuka pakaian, bedug di masjid sudah dipukul. Selesai mandi aku langsung ambil air wudhu di kontrakkan.


Dengan memakai koko berwarna hijau, bawahan sarung lengkap dengan peci di kepala, kupenuhi panggilan-Nya di masjid terdekat. Cukup dengan berjalan kaki karena jaraknya yang dekat, bahkan tempat sholatnya saja terlihat dari kontrakan ku.
Sesampainya di masjid, iqomah tengah di kumandangkan. “Alhamdulillah” seru ku di dalam hati. Akupun mendapatkan shaf pertama, karena jamaah di masjid itu cenderung bermalas-malasan untuk mengambil shaf terdepan. Aku berdiri paling kanan ke tiga di belakang imam. Saat itu aku merasa shaf pertama itu masih cukup untuk menampung satu orang lagi disampingku, maka aku sedikit bergeser ke kiri untuk memberi kesempatan kepada ma’mum yang lain yang ada di belakangku mengisinya. Sambil menoleh ke belakang, aku memberikan isyarat kepada anak kecil yang ada di belakang untuk mengisi shaf yang kosong di sebelahku. Miris, sungguh aku merasa miris sekali mendengar orang-orang dewasa di belakangku menanggapi tindakanku itu. “sempit teing, moal muat, enggeus-enggeus ah..!!*”, seru mereka. “MasyaAlloh” aku hanya bisa membatin. Seandainya mereka tau keutamaan sholat di shaf terdepan, aku yakin mereka akan berebut untuk mendapatkannya.
Tapi dalam hati aku masih memberikan pemakluman, namanya juga orang tua, orang kampung lagi, mungkin jalan pemikirannya masih seperti itu. Entahlah, bisa dibenarkan atau tidak pemakluman semacam itu. Hatiku pun berbisik, seharusnya ini menjadi tanggung jawab imam ketika hendak memulai sholat berjama’ah. Tapi lagi-lagi dalam pikiranku mendebat halus, kenapa si imam tidak mengingatkan...?
Aku pun menoleh ke arah imam, “sudah, ia sudah mengingatkan”, hatiku berseru. Tapi memang orang-orang itu yang tidak dengar atau pura-pura tidak dengar. Ya Alloh ampunilah cara berfikirku yang sempit, karena aku sudah ber-suudzhon terhadap mereka yang notabene sesama muslim.
Sholat berjama’ah pun didirikan dengan shaf kurang rapih (baca: rapat) di shaf pertamanya. Pikiranku masih melayang-layang memikirkan apa yang baru saja kualami itu, bahkan sampai imam mengucapkan salam. Astaghfirulloh...!!!
Wallohu a’lam...

* terlalu sempit, tidak akan cukup, sudah-sudah ah!

baca selengkapnya...

Malam Nisfu Sya’ban


Sang mentari sempurna sudah bersembunyi di ufuk barat, sang mega merah di langit pun mulai terusir hitamnya malam. Meskipun ada ribuan bahkan jutaan bintang, hanya beberapa yang tampak bersinar, sisanya tak kuasa melawan jarak yang begitu jauh dari bumi ini. Dari balik awan, sang bulan, meskipun nampak purnama penuh, masih malu-malu mengintip. Semeribit angin meniup-niup lembut daun pepohonan yang tengah asyik bertasbih mensucikan asma-Nya.

Di beberapa tempat di muka bumi-Nya ini, berkerumun orang-orang. Di masjid di depan kontrakkanku juga banyak orang yang sedang berkumpul. Pakaiannya bersih, rapi meski masih terkesan seadanya. Sebagian besar laki-laki yang memakai baju ’koko’ dan kain sarung lengkap dengan pecinya, sisanya ibu-ibu, beberapa anak remaja dan anak-anak. ”Mau sholat ’nisfu’”, demikian kira-kira jawaban mereka kalau ditanya mau ngapain pada ngumpul di masjid?
Pikirku melayang-layang, kapan kira-kira peristiwa seperti itu aku jumpai lagi. Ya, aku ingat, orang-orang kampung berkumpul di masjid pada malam 'nisfu sya’ban’, pada malam-malam awal bulan Romadhon, pagi hari idul fitri dan idul adha, malam-malam peringatan ‘muludan’ dan ‘rajaban’. Selebihnya jarang sekali aku jumpai pemandangan seperti itu. Orang-orang kampung, laki-laki, perempuan, tua, muda sampai anak-anak semua keluar rumah untuk pergi ke masjid.
“Alhamdulillah,” gumamku dalam hati, “masih banyak orang yang mau datang ke masjid”. Ya meskipun hanya pada waktu dan acara tertentu setidaknya mereka masih ingat dengan masjid. “Kenapa tidak semua malam itu malam nisfu?” pertanyaan bodoh itu tiba-tiba muncul dalam pikiranku, “atau tiap malam diadain ‘muludan’, ‘rajaban’, kan seru tuh tiap malam banyak orang yang berbondong-bondong pergi ke masjid.” Ah... dasar pikiran bodoh, mana mungkin tiap malam itu ‘muludan’, ‘rajaban’, atau ‘nisfu sya’ban’.
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Yunus: 5)
Maha Besar Alloh yang telah menciptakan matahari dan bulan dengan orbitnya masing-masing.
Idealisme-ku berontak, mengapa hanya pada malam-malam tertentu saja kita bersemangat pergi ke masjid? Apakah Islam menganjurkan pergi ke masjid hanya pada waktu-waktu tertentu saja? Tidakkah mereka pernah mendengar ancaman Rosululloh tentang rumah yang ada kaum laki-lakinya tapi tidak sholat berjamaah? Tidakkah mereka tau tentang kisah seorang buta yang bertanya kepada Rosululloh tentang kewajiban sholat berjamaah?
Wallohu a’lam
-mazchay-

baca selengkapnya...

February 27, 2009

Kita Semua Dalam Posisi Terbaik

Sedang berada dimana perjalanan hidup Anda? Jika Anda merasa bahwa hari-hari sial dan apes sedang mengunjungi Anda, mungkin merasa kehidupan ini buruk. Atau Anda gagal dalam ujian dan promosi terasa, gelap masa depannya. Mungkin pula Anda sedang dilanda kesulitan keuangan, keluarga, hubungan suami istri atau bencana alam, semuanya menghimpit hati kita.


Namun ketahuilah, Allah telah memberikan yang terbaik pada detik ketika Anda membaca tulisan ini. Allah SWT adalah Khaliq yang Sangat Penyayang kepada hamba-Nya. Allah pasti memberikan posisi dan keadaan terbaik kapanpun dan dimanapun.

Rahmat Allah meliputi segala sesuatu. Pastilah dibalik semua kesulitan yang dirasakan itu berbagai hikmah akan kebesaran-Nya akan ditemukan. Himpitan kehidupan dan kesulitan ini bagian dari kebaikan Allah SWT kepada mahluknya untuk senantiasa beribadah kepada-Nya.

Kita semua dalam keadaan terbaik dalam kehidupan kita. Sungguh Allah SWT telah melimpahkan begitu banyak kasih sayang mulai dengan memelihara detak jantung kita, memelihara mata kita, pendengaran kita dan nurani kita sehingga semua potensi ini seyogyanya menjadi ajang rasa syukur.

Janji Allah sendiri manakala kita bersyukur, senantiasa mengingat nikmat-Nya, maka Allah SWT akan menambah segala kenikmatan dunia yang fana ini dan membalasnya dengan kenikmatan abadi di akhirat kelak.

Jadi tidak ada waktu bagi kita berkeluh kesah. Bangkitlah ! Bangkitlah untuk senantiasa mensyukuri segala karunia yang kita peroleh. Dengan itu kita akan menambah keimanan karena Allah Maha Pemurah dengan Rezekinya dan Allah Maha Kasih Sayang akan hamba-hambaNya.

Wallohu a'lam...

baca selengkapnya...

February 14, 2009

Seorang Yahudi Naik Taksi

Pada suatu malam, ada seorang yahudi keluar dari hotel ternama di Jakarta. Malam itu, cuaca sedang sangat buruk, hujan deras diiringi petir dan halilintar yang menyambar kesana-kesini. Cuaca seperti itu tidak memungkinkan bagi si yahudi untuk keluar dari hotel tanpa kendaraan (baca: mobil).

Akhirnya dia memutuskan untuk meminta tolong kepada karyawan hotel untuk memanggilkan taksi. Seorang karyawan pun memanggilkan taksi untuk si yahudi tersebut. Tidak lama kemudia, datanglah sebuah taksi menjemput si yahudi. Melihat taksi tersebut si yahudi berseru kepada karyawan, "Jangan, jangan taksi yang ini...". Kemudian taksi tersebut pun meninggalkan lobby hotel. Beberapa menit kemudian datanglah taksi kedua, secara mengejutkan si yahudi tersebut juga bilang, "Jangan, jangan taksi yang ini...". Taksi kedua pun pergi meninggalkan lobby hotel. Hal serupa terjadi juga terhadap taksi kedua, ketiga, keempat dan seterusnya sampai taksi kesembilan.
Baru pada taksi yang kesepuluh, si yahudi tersebut mau naik taksi. Dengan nada penuh keheranan dan penasaran, karyawan hotel yang memanggilkan taksi untuk si yahudi itu bertanya, "Kenapa anda tidak mau naik taksi yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya?". Karyawan itu melanjutkan, "Dan anda baru mau naik taksi yang ke sepuluh?". "Sederhana saja,,," Jawab si yahudi dengan entengnya, "karena saya yakin, taksi yang ke sepuluh adalah milik orang yahudi".

Luar biasa, dari cerita di atas, kita bisa mengambil begitu banyak pelajaran. Mereka (orang-orang yahudi) rela menunggu sampai taksi ke sepuluh untuk memastikan bahwa uang yang mereka keluarkan akan kembali masuk ke kantong sesama orang yahudi. Dari situ terlihat jelas bahwa mereka sudah memboikot produk-produk orang Islam. Sedangkan kita, apa yang bisa kita lakukan, baru mau memboikot produk-produk pendukung perang israel saja kita harus berdebat sana-sini tanpa kesudahan.

Padahal dalam Islam, perintah untuk memboikot produk-produk orang kafir sudah ada 14 abad silam. Lihat firman-Nya dalam Q.S Al-Maidah: 88, Alloh mengatakan, "Dan makanlah dari apa yang telah Alloh rizkikan kepadamu yang halal lagi baik..."

Makanlah, pakailah, belilah yang baik bagi kesehatan, baik bagi ekonomi, baik bagi politik, baik bagi strategi peperangan, dan baik bagi kemaslahatan ummat Islam. Oleh karena itu, marilah kita mulai untuk mem-boikot produk-produk pro zionis. Mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal-hal yang kecil (yang kita bisa), dan mulai saat ini juga.
wallohu a'lam...

baca selengkapnya...

September 13, 2008

"PESAN PRESIDEN"


Malam hari, eh udah pagi denk, jam 00:22 Ha-Pe saya berbunyi tanda SMS masuk. Ha-Pe pun saya lihat, ternyata satu eS-eM-eS masuk dari saudara sepupu di kampung. Hati berdegup lebih kencang, "tumben-tumbenan eS-eM-eS tengah malem gini??", pikirku.

Saya pun melanjutkan untuk membuka SMS tersebut, kata pertama yang ada adalah : "PESAN PRESIDEN". Wah, ada apa nech, sejak kapan sepupu saya yang satu ini berhubungan sama "sikomo" eh salah presiden. Akupun melanjutkan membaca SMS terusannya...

versi lengkap SMS tersebut ternyata seperti ini:

"PESAN PRESIDEN,
d'l4rng mkn 54hur den94n,...;
1. Sup KALLA
2. Mie GAWATI
3. Jus DUR
4. Jagung LAKSONO
5. Bakar TANJUNG
6. Soto YOSO

Tpi minumlah....
ES BEYE...
Haa."


he he he
Ternyata saudara saya ini belum jadi kerabat presiden. Tapi lumayan juga humornya... malam itu saya langsung tertawa terbahak-bahak [sampe sakit perut] bersama teman saya yang kebetulan lagi bareng. hwak hwak...

Mohon maaf tulisan ini bukan bermaksud untuk mendiskreditkan siapapun apa lagi presiden. Ini hanya sekedar berbagi saja, mudah-mudahan anda juga bisa tertawa dan melupakan persoalan yang sedang menjerat anda. :)

baca selengkapnya...

Mari Berinteraksi dengan Al-Qur'an


Mungkin tulisan ini adalah yang pertama di bulan Ramadhan ini yang terkait dengan Bulan Ramadhan.

Katanya Ramadhan adalah Syahrul Qur'an, bulannya Al-Qur'an. Memang Al-Qur'an itu diturunkan pada bulan Ramadhan sech... Tapi, bagaimana sich sikap kita menghadapi Syarul Qur'an ini?? Sudahkah kita berinteraksi secara rutin, secara benar dengan Al-Qur'an.

Silahkan baca artikel di bawah ini...

Bahan bagus yang saya dapatkan dari kumpulan artikel yang ada di komputer kantor. Insya Allah, ini dapat mengetuk hati kita dan menjadikan kita lebih sering membaca Al Quran.
AMIII...IN


Asslmkm wr wb,

Silahkan simak,baca dan hayati tulisan dibawah ini....barangkali kita semua bisa mengaca diri,dimana 'posisi' kita sekarang ? berapa lama waktu kita dalam sehari kita gunakan untuk membaca dan menggali Alquran.........
wass wr wb
sam

Andai Al Qur'an berbicara !
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari

Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu Atau
menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali
hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa.
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan.
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam
kesepian.
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi...
engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV.
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha
Perkasa, engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku
(Basmalah).
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi.
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu.
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu.
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja.
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan.
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV.
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga.
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari.
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali Itupun hanya
beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba.
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat
melaluinya.

Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri.
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu.
Dari perjalanan di alam akhirat.
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu.
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci.
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari.
Seperti dulu....dulu sekali...
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....

Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi.
Mahabijaksana. Semoga bermanfaat.

Wa Billahit-taufiq wal-hidayah
Wassalamualaikum wr.wb

"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu,
Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu"

baca selengkapnya...

Kaca Jendelaku cepat berdebu


Suatu pagi, Seperti biasa, usai shalat subuh saya tilawah al-Qur’an barang satu-dua lembar dulu sampai pagi kelihatan agak terang. Ketika hari sudah agak terang, biasanya salah satu dari kami (saya dan temen kost) membuka korden kontrakan. Pagi itu tanpa sengaja saya melihat kaca jendelaku yang dibingkai dengan ‘kusen’ ber-cat hitam dari kayu yang sudah agak rapuh itu berdebu ketika saya sedang membuka korden kamar kami. Tanpa ambil pusing sayapun melanjutkan aktifitasku seperti biasa, menyapu lantai (kalau sempat), menyetrika dan mandi lalu pergi ke kantor.


Pagi berikutnya ternyata saya jumpai keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya pada kaca jendela saya, debu yang menempel semakin tebal. Akhirnya putuskan setelah menyapu lantai harus saya sempatkan dulu mengelap kaca, sebelum melanjutkan aktifitasku yang lain. Saat itu saya teringat dengan pesan MR ku tentang jiwa atau lebih tepatnya ruhiah kita. Ketika kaca saja tidak dilap dalam beberapa hari, tentu debu yang menempel bakalan lebih tebal dan membersihkannya pun lebih susah dibandingkan dengan yang baru terkena debu (1 hari) dilap. Pun begitu dengan kondisi ruhiah kita, ketika kita tidak sempat atau tidak mau membersihkan ruhiah kita tentunya ruh kita bakalan ditutupi dengan kotoran-kotoran yang semakin hari semakin banyak dan tebal.

Syukur alhamduliLlah, sampai saat ini saya masih diberi kesempatan oleh Alloh untuk senantiasa membersihkan ruhiah saya dengan mengikuti Liqo’ah satu pekan sekali. Mudah-mudahan Alloh tidak pernah mencabut nikmatnya kepada kita, nikmat untuk senantiasa diberi keluangan, kesempatan dan kelapangan untuk membersihkan jiwa kita dari debu dan kerikil-kerikil yang sewaktu-waktu akan menggannggu.

Bagaimana dengan anda???

baca selengkapnya...

September 10, 2008

Saya Sedang "Jatuh Cinta"


Bila kita berbicara masalah cinta, tidak akan habis waktu untuk membahasnya. Sayangnya bahasan cinta tidak jauh seputar masalah antar makhluk. Padahal bahasan cinta itu begitu luas, segala hubungan baik sesama makhluk maupun dengan sang pencipta dan juga segala kegiatan yang kita lakukan.

Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Fenomena yang terjadi sehari-hari mengungkapkan bahwa cinta dapat menjadi motivator aktivitas yang kita jalankan. Namun perlu juga kita sadari bahwa cinta dapat juga merusak aktivitas kita.


Oleh karena itu disadari atau tidak, cinta mempengaruhi kehidupan seseorang, baik cinta kepada Allah maupun bukan kepada Allah. Cinta bukan kepada Allah sering membawa kepada cinta buta yang tak terkendali sedangkan cinta kepada Allah akan membawa kepada ketenangan dan kedamaian. Cinta kepada makhluk membawa ketidakpastian, penasaran dan kesenangan semu. Cinta kepada Allah akan membawa keyakinan dan keabadian.

Cinta yang bukan karena Allah biasanya didasari oleh syahwat dan cinta kepada Allah didasari oleh iman. Syahwat akan mengendalikan diri kita dan bahkan bila kita memperturutkan syahwat dapat membahayakan kita. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bagaimana mengelola cinta agar bahagia dunia dan akhirat.

Cinta erat kaitannya dengan amal/aktivitas. Amal tanpa cinta akan merusak amal yang dikerjakan, karena hanya akan menghasilkan rutinitas dan penghayatan yang semu. Namun sebaliknya apabila amal berdasarkan cinta akan menghasilkan amal saleh yang dihayati dengan mendalam. Ibadah kepada Allah perlu didasari kecintaan. Dengan adanya cinta kepada Allah maka kita akan rela dan ikhlas melaksanakan semua perintahnya bahkan rela berkorban jiwa dan harta.

Ngomongin tentang Cinta, Tahukah anda, kalo saya sedang mengalami jatuh cinta???
Ya saat ini saya sedang jatuh cinta pada halaqoh pengajian yang saya ikuti, pada orang-orang yang ada di halaqoh kami dan apa yang dibahas di halaqoh tersebut. Ketika satu pekan kami tidak bertemu dengan hal itu, jiwa ini serasa haus akan pertemuan dengannya.
Akhi sekalian, ijinkan saudaramu ini mengungkapkan perasaan yang sudah lama tersimpan dalam lubuk hati ini.

Ya akhi... ane mencintai antum sekalian karena Alloh...
Ya akhi... ane mencintai antum sekalian karena Alloh...
Ya akhi... ane mencintai antum sekalian karena Alloh...

Semoga Alloh senantiasa membimbing kita dalam cinta-Nya.
ALLOHU AKBAR !!!!!

Ya Alloh jangan kau lepaskan ikatan yang ada diantara hati-hati kami ya Alloh. Jangan kau jauhkan hati hamba dari perasaan cinta ini ya Alloh

baca selengkapnya...